28/02/12

'Multitasking' is NOT productive

Minggu lalu Bu Yul, seorang pengajar, nyeletuk tentang tidak produktifnya multitasking. Baru sekarang saya sempatkan browsing sedikit, dan menemukan banyak artikel. Berikut ini ada sebuah artikel di urutan atas laman mbah Google, dan sebuah artikel tautan di dalamnya :)


Technology: Myth of Multitasking

Dilanjutkan dengan artikel ini:

How (and Why) to Stop Multitasking

Dan masih buanyak artikel lainnya bertebaran di internet.


Semoga bermanfaat :)

04/01/12

Naik Kereta Api Ekonomi



Pernah naik Kereta Api?
Berapa kali? Seberapa sering?
Dari mana menuju mana?
Naik gerbong kelas apa?

Saya sendiri cukup sering naik KA pada tahun 2006-2009. Waktu itu, selesai sekolah di Surabaya, diterima kerja di pinggiran Jakarta. Waktu itu, baru kenal dengan calon bini, jadi dibela-belain sekitar sebulan sekali balik ke Surabaya :)

Naik gerbong kelas apa? Naik kelas ekonomi dong :D, cuma 50 ribu. Sementara kelas bisnis waktu itu 130 ribu, dan kelas eksekutif 200 ribuan. Kadang bareng teman-teman, tapi lebih sering berangkat sendiri saja.

Nyaman atau enggak?

Ekonomi? Relatif enggak nyaman. Tapi bukan masalah besar bagi saya.


Kenapa enggak nyaman?

Pertama, waktu perjalanan paling panjang. Berangkat jam 3 sore, tiba antara jam 7-9 pagi esok hari (16-18 jam). Kereta eksekutif dan bisnis sekitar 12-14 jam.


Kedua, biasanya penuh sesak. Penumpangnya ya didominasi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Waktu itu jumlah penumpang nyaris tidak dibatasi. Kapasitas standar 108 kursi penumpang per gerbong, masih ditambah penumpang dengan 'tiket tanpa tempat duduk'. Mereka duduk di selasar gerbong dan di akses keluar/masuk gerbong. Kalo pas mau ke toilet, kita harus melangkahi mereka yang duduk di selasar.
Paling sadis kalo pas musim mudik. Saking penuhnya, penumpang yang tiketnya 'tanpa tempat duduk' enggak bisa duduk di selasar, bisa berdiri terus dari Jakarta sampai Surabaya!


Ketiga, hawanya panas. Enggak ada kipas angin seperti kelas bisnis, apalagi AC seperti kelas eksekutif.

Ada satu catatan penting saya di pon ke-3 ini. Pernah satu kali (mungkin sekali seumur hidup) naik gerbong yang exhaust fan nya berfungsi. Dan sepanjang perjalanan enggak ada ceritanya keluar keringat karena gerah. Hawanya benar-benar dingin! Asli lebih nyaman dari naik gerbong kelas bisnis, yang pake kipas angin di langit-langit gerbongnya, tapi cuma mengaduk-aduk udara di dalam gerbong tanpa ada sirkulasi udara! Dan buat saya, lebih nyaman dari naik gerbong kelas eksekutif, yang dingin AC-nya keterlaluan hingga tidak bisa tidur dengan nyaman!


Dengan revolusi KAI saat ini yang meniadakan 'tiket tanpa tempat duduk' untuk kenyamanan penumpang, saya rasa bukan hal yang berat untuk memfungsikan kembali exhaust fan di gerbong kelas ekonomi dan bisnis. Dengan pengalaman perjalanan tadi, saya percaya tingkat kenyamanan penumpang akan meningkat jauh.

07/11/11

Bekam/ cantuk/ hijamah/ cupping therapy


summary:

Bekam atau adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.

“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”
Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan : (1) sistem kekebalan tubuh, (2)Pengeluaran Enkefalin,(3)Pelepasan neurotransmiter, (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta (5) “the gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW:

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda: "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)
Sedikit lebih lengkap tentang jenis, waktu dan cara dapat dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Bekam

06/10/11

3 Macam Kebenaran

Saya bukan ahli filsafat (pengertian filsafat menurut Wikipedia: studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. ..., mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat). Pembahasan berikut bukanlah sebuah keniscayaan.

Klasifikasi kebenaran (truth) yang saya dapatkan dari Pak Utomo - seorang  akademisi - dan yang saya sepakati konsepnya, dibagi menjadi tiga:

1. Dogma
(agama, keyakinan, doktrin, wahyu, 'given')

2. Kebenaran Ilmiah
(logika, analisis, bukti, fakta, sistem)

3. Kebenaran Individu
(pribadi, subyektif, konstruktif)

Contoh sederhana penggambaran perbedaan ketiganya:
Menjelaskan penyebab kecelakaan bus Sumber Kencono
(berita di http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/427474/38/)

- Dogma: Sudah merupakan TAKDIR bagi mereka yang mengalami kecelakaan tersebut.
- Ilmiah: melakukan PENYELIDIKAN. apakah terjadi pelanggaran aturan lalu lintas? apakah terjadi perilaku mengemudi yang tidak aman?
- Individu: MUNGKIN perilaku pengemudi bus yang terkenal ugal-ugalan merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan.

Masing-masing kebenaran tersebut memiliki koridornya sendiri, yang sangat dapat bertabrakan jika dicampur satu sama lain.

Menurut hemat saya, banyak hal yang bersifat dogma/agama juga termasuk ke dalam ranah ilmiah. Namun saat ilmu pengetahuan tidak bisa menjelaskan tentang Tuhan dan keTuhanan, di situlah letak perbedaan kedua kebenaran tersebut. Keyakinan (faith) tidak untuk dijelaskan secara ilmiah.

20/09/11

[Sekilas] Batik di Indonesia

"Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009." [1]

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". [1] Sehingga batik 'asli' sejatinya ya 'hanya' batik tulis :) yang tidak bisa dipungkiri bahwa harganya mahal!

Di balik semangat nasionalisme cinta batik (dalam hal ini secara volume tidak merupakan batik tulis), industri batik lokal justru kalah bersaing dengan batik impor dari negeri Cina! Membanjirnya produk batik dari Cina di pasar tidak lepas dari harganya yang lebih murah dibandingkan batik lokal, antara lain karena Cina berani menggelontor produksi batik dalam jumlah besar. Sudah begitu, kualitasnya pun bagus, antara lain tidak mudah luntur.

Pada awalnya saya tidak betul-betul sadar tentang hal tersebut, karena tidak begitu 'peduli' dengan batik sebagai sesuatu yang patut dijadikan kebanggaan. Hingga pada awal tahun 2011 ini seorang rekan menyeletuki saya tentang realitas batik Indonesia.

Pun demikian, saya pribadi belum pernah membeli batik. Beberapa potong kemeja batik di rumah adalah pemberian orang lain, ataupun dibelikan istri, yang bahkan belum saya telaah buatan mana :)

Saat ini baru sekedar tahu, kalau mau cinta batik 'asli' pilih yang mana, kalau mau cinta produksi batik Indonesia pilih yang mana, kalau mau batik murah pilih yang mana..

---

pranala: