29/10/13
Rencana ERP Surabaya
Gugling baca berita ERP Surabaya, kok katanya untuk menekan polusi ya? Masa solusi polusi adalah ERP?
http://www.merdeka.com/peristiwa/tekan-polusi-udara-risma-akan-terapkan-erp-di-surabaya.html
Trus gugling lagi, katanya sih ERP di Singapore bertujuan untuk me-manage lalu lintas..
http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_Road_Pricing
Ya, menekan populasi kendaraan di jalan untuk mengatasi macet semoga segera terealisasi. Angkutan Massal Cepat (AMC) ataupun Mass Rapid Transport (MRT) (berasa bingung, satu benda banyak nama) semoga cepat direalisasi sebagai alat pendukung utama ERP. Volume penduduk komuter se-Surabaya (nyari data akuratnya di mana ya? buka situs bps pun belum menemukan) menurut salah satu artikel blog tahun 2011 kira-kira sama banyaknya dengan jumlah penduduk tetap; sekitar 3 juta orang. Kalau ERP diterapkan di keseluruhan kota Surabaya, AMC/MRT harus dapat memfasilitasi perjalanan masuk-keluar 3 jutaan orang per hari. Karena ERP diterapkan di sebagian jalan saja, tentu kapasitas AMC/MRT yg dibutuhkan lebih kecil, tapi datanya harus akurat supaya penerapan ERP bisa optimal.
Biaya perjalanan menggunakan moda transport paling handal dan digemari (sepeda motor), misal saja menempuh jarak 60 km pergi-pulang, dengan asumsi konsumsi bahan bakar bersubsidi 40 km/liter, maka biaya transport per hari menjadi 9750 rupiah. Ditambah biaya perawatan sepeda motor, misal 100 ribu per bulan (20 hari), dirata-rata menjadi 5 ribu per hari. Sebelum ditambah lagi dengan tarif ERP, untuk dapat membuat penduduk menjadi tertarik, kira-kira AMC/MRT harus bisa memasang tarif lebih murah dari 15 ribu per hari (7500 rupiah/trip).
Salah satu potensi masalah lagi dari penerapan ERP adalah mengubah budaya berkendara hingga tiba persis di tempat tujuan, menjadi ber-AMC/MRT sampai stasiun/halte terdekat dan menyambung perjalanan dengan berjalan kaki di salah satu kota dengan cuaca terpanas di Indonesia.
Menerapkan ERP di tahun 2015? Semoga saja saat itu AMC/MRT sudah dapat dioperasikan secara penuh.
12/09/13
Bahasa Indonesia Ku..
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
Di saat nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia ku dulu pas-pasan.
Di saat penggunaan Bahasa Indonesia ku saat ini masih jauh dari kaidah yang ditetapkan.
Sudah muncul bahasa-bahasa baru yang menggemparkan.
Mulai dari bahasa 4l4y yang membingungkan,
Hingga bahasa kontroversi hati yang mengherankan.
Apa kabar Bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan?
Mungkin perlu diklaim negeri jiran dulu baru engkau diperhatikan...
Di saat nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia ku dulu pas-pasan.
Di saat penggunaan Bahasa Indonesia ku saat ini masih jauh dari kaidah yang ditetapkan.
Sudah muncul bahasa-bahasa baru yang menggemparkan.
Mulai dari bahasa 4l4y yang membingungkan,
Hingga bahasa kontroversi hati yang mengherankan.
Apa kabar Bahasa Indonesia dengan ejaan yang disempurnakan?
Mungkin perlu diklaim negeri jiran dulu baru engkau diperhatikan...
08/06/12
Mobil Listrik Indonesia
Ngambil gambar dari detik.com:
Komentar pertama yang terlintas, sepertinya ukuran ban masih terlalu besar, mungkin ukuran yang dipakai 185 R13. Rolling resistance (hambatan mekanis dari roda yang berputar) tentu cukup besar. Mungkin lebih baik menggunakan ukuran 165 R13, mengingat dimensi dan bobot yang sepertinya cukup ringan. Lepas dari hal itu, imho desainnya sudah oke. Teringat Kiat Esemka yang desainnya lumayan :)
31/05/12
28/05/12
CSR dan Kontradiksinya
Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility, CSR) adalah bentuk pengaturan diri perusahaan yang diintegrasikan ke dalam model bisnis. Tujuan dari CSR adalah untuk merangkul tanggung jawab atas tindakan perusahaan dan mendorong dampak positif melalui kegiatan terhadap lingkungan, konsumen, karyawan, masyarakat, stakeholder dan semua anggota lain dari ruang publik yang juga dapat dianggap sebagai stakeholder. Yaah, tanggung jawab moral perusahaan lah.. Istilah CSR mulai umum digunakan pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an, setelah banyak perusahaan multinasional membentuk stakeholder yang panjang, yang berarti pada siapa saja kegiatan organisasi mereka memiliki dampak. (Wikipedia)
Sebagai kontradiksi terhadap keberlangsungan CSR, ada pendapat yang menyatakan bahwa jika perusahaan berproduksi dan saling bersaing secara sehat serta melaksanakan kewajiban pajak mereka, dan saat yang sama Negara menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga, produktifitas warga untuk memenuhi dan mempertahankan kualitas hidup terbaik mereka, serta kemampuan warga merawat fungsi-fungsi alam, CSR sama sekali tidak dibutuhkan. CSR adalah penanda simbolik ketidakberesan bisnis sebuah perusahaan dan saat yang sama merupakan penanda bobroknya pengurusan Negara. (ruang-baca.blogspot.com)
Langganan:
Postingan (Atom)

