20/09/11

Sejuta Alasan untuk ASI Eksklusif bagi Bayi

Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.

ASI diproduksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.

Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sampai berusia 1 tahun.[1]

---


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya;  ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)

---


ASI adalah makanan alamiah untuk bayi anda. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen, dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat. Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu.

Keuntungan untuk bayi:
• ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
• ASI mudah dicerna oleh bayi.
• Jarang menyebabkan konstipasi.
• Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
• ASI kaya akan antibody (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya.
• ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
• Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung DHA/AA.
• Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan akan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa.
• ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
• Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.

Keuntungan untuk ibu:
• Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.
• Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
• Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
• Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah.

Karena begitu besarnya manfaat dari ASI, WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI EKSKLUSIF yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan. [2]




Tentang ASI

Menurut stadium pengeluarannya, ASl terdiri dari kolostrum (ASI yang berwarna kekuning-kuningan dan transparan, diproduksi pada hari pertama hingga hari ke lima), ASI transisi (ASI peralihan dari kolostrum hingga menjadi ASI yang matang, diproduksi dari hari ke lima hingga hari ke sepuluh) clan ASI matang (ASI yang keluar pada hari ke sepuluh hingga seterusnya).

Kolostrum sangat baik untuk bayi karena bermamfaat untuk membantu pencernaan bayi, mengandung berbagai zat antibody untuk memberikan kekebalan terhadap berbagai infeksi. Meskipun ASI yang keluar pada hari pertama sedikit, tetapi volume kolostrum yang ada di dalam payudara ibu dapat mendekati kapasitas lambung bayi.

ASI mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. ASI mengandung AA, DHA, sphyngomyelin, sialic acid, faktor pertumbuhan seperti lactobacilus bifidus, faktor kekebalan tubuh seperti imunitas humoral (IgA, IgM, IgG) serta imunitas seluler dalam bentuk makrofag, vitamin.

ASI dapat melindungi bayi dari infeksi virus /bakteri di saluran nafas, saluran pencernaan dan infeksi lain. Asam lemak omega 3, 6, 9 dan sphyngomyelin yang terkandung di dalam ASI penting untuk membentuk pembungkus syaraf. Asam amino yang penting juga terdapat di dalam ASI seperti tyrosin dan tryptophan sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin untuk membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf yang mempengaruhi pengendalian din, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. DHA mempengaruhi ketajaman penglihatan dan tingkat kecerdasan anak. Vitamin B6 penting untuk enzim otak.

Kekurangan zat besi dan yodium akan menyebabkan rendahnya kecerdasan. Zat seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran-membran sel-sel otak. Sialic acid dibutuhkan untuk membangun gangliosida membran sel otak/saraf.

ASI selalu mudah tersedia pada suhu yang sesuai dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk persiapannya. ASI merupakan susu alamiah yang segar dan bebas dari kontaminasi bakteri sehingga mengurangi peluang gangguan sistem pencernaan.

Manfaat menyusui bagi ibu yaitu mempercepat proses kembalinya rahim ibu ke ukuran normal, mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara, merangsang hormon prolaktin ibu sehingga menstruasi dan ovulasi akan tertunda maka kehamilan berikutnya akan tertunda. Dengan menyusui maka akan terjalin hubungan yang lebih erat antara bayi dan ibunya karena terjadi kontak kulit, kontak mata dan kontak emosi. Semakin sering ibu menyusui bayinya maka produksi ASI pun akan semakin banyak. Demikian juga sebaliknya, bila bayi semakin jarang menghisap maka akan semakin sedikit payudara menghasilkan ASI.

Posisi dan perlekatan yang baik antara ibu dan bayinya sangat menentukan keberhasilan menyusui. Posisi menyusui yang baik harus senyaman mungkin, bisa posisi duduk, tidur, terlentang atau tidur miring dengan membiarkan kepala bayi bersandar pada lengan ibu. Bahu dan punggung bayi ditopang dengan baik, perut dan dada menernpel pada perut dan dada ibu (chest to chest), seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast), hidung bayi berhadapan dengan puting payudara ibu, dagu menyentuh payudara, mulut terbuka lebar, puting payudara di dorong ke arah langit-langit mulut sehingga bibir bagian bawah melipat ke bawah.

Ibu mengusahakan sebanyak mungkin bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi (bukan hanya putingnya saja) sehingga bagian hitam payudara hanya terlihat sedikit dan puting payudara tidak terasa nyeri. Sebab bila yang masuk ke mulut bayi hanya putingnya saja, maka payudara akan sering terasa nyeri, mudah lecet dan isapan ASI menjadi tidak efektif. Ibu dapat menilai penghisapan efektif bila bayi menghisap dalam dan lambat. Ketika berhenti mengisap sejenak terdengar suara ASI yang ditelan. Sebaiknya ibu tidak menyusui sambil menonton televisi, membaca majalah atau mengobrol tetapi sebanyak mungkin kontak mata, kontak emosi atau mengobrol dengan bayi sambil mengelus kepala, memijit bahu, lengan, paha, tungkai dan kaki dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Sebaiknya bayi disusui pada satu payudara dahulu sampai selesai. Bila masih kurang, ibu memindahkan posisi bayi untuk mengisap payudara yang satu lagi sehingga kedua payudara ibu mendapat stimulasi yang sama untuk menghasilkan ASI. Sebaiknya ibu menyusui bayinya hingga puas sampai bayi melepaskan sendiri puting payudara ibu dari mulutnya dan bayi tertidur pulas.

Produksi ASI sebagian besar dipengaruhi oleh keadaan psikologis ibu. Keadaan yang dapat memudahkan keluarnya ASI bila ibu merasa nyaman, ada perasaan syukur, gembira, optimis namun rileks, meningkatkan rasa kasih sayangnya terhadap bayi, memandang wajah dan aktivitas bayinya mendengarkan celotehan atau tangisan bayinya.

Peran ayah sebagai bapak ASI juga sangat penting karena dapat mendukung produksi ASI lebih lancar dengan ikut membantu ibu untuk menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau di sendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain atau menidurkan bayinya, membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, memijat pundak ibu saat menyusui bayi dan memberikan kata-kata semangat untuk ibu.

ASI eksklusif tetap bisa diberikan meskipun ibu bekerja di luar rumah. Saat ibu bekerja diluar rumah, ia tetap dapat memberikan ASI eksklusif yang tela berlatih memerah ASI kemudian dibekukan dalam freezer untuk persediaan/tambahan saat ibu bekerja. ASI beku dapat disimpan antara 1-6 bulan, bergantung dari jenis lemari esnya. Di dalam lemari es dua pintu, ASI beku dapat disimpan lebih dari 3 bulan. Pengasuh bayi dilatih untuk memberikan ASI perah dengan sendok bukan dengan dot, sehingga bayi tidak menjadi "bingung puting" yang dapat mengganggu proses menyusui. Sebelum ibu berangkat bekerja, ibu hendaknya menyusui bayi hingga puas kemudian dilanjutkan pada sore hari segera setelah ibu pulang dan diteruskan pada malam hari. Selama di kantor, ibu memerah ASI setiap 3-4 jam dan disimpan di lemari es, diberi label tanggal dan jam ASI diperah. ASI perah ini akan diberikan esok harinya selama ibu tidak di rumah.

ASI yang diperah terdahulu diberikan terlebih dahulu. ASl yang disimpan di lemari es perlu dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi dengan merendam botol berisi ASI ke dalam air hangat. Hangatkan ASI secukupnya yang dapat dihabiskan bayi, karena ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es.

Apabila ASI yang diperah kemarin tidak mencukupi sampai ibu pulang ke rumah, ASI beku yang sudah disiapkan sebelumnya dapat diberikan. ASI beku sebelum diberikan harus dikeluarkan dari freezer dan dipindahkan ke bagian bawah supaya mencair, kemudian dihangatkan dan harus digunakan dalam 24 jam.

Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi. ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidupnya dan tumbuh kembang secara optimal. Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial untuk bayi karena merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu. ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman.

Proses menyusui ASI merupakan program pemerintah Indonesia, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan, melaksanakan dan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tereapai sumber daya Indonesia yang berkualitas.[3]



RI Bisa Hemat Rp 18 Triliun Bila Ibu Beri ASI Eksklusif

Jakarta (2011). ASI merupakan makanan bayi gratis yang memiliki manfaat menakjubkan. Sayangnya, masih banyak ibu yang tidak mau memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan. Padahal bila ibu-ibu di Indonesia mau memberikan ASI eksklusif, maka setiap tahunnya bisa menghemat Rp 18 triliun lebih.

Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2010 menunjukkan pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Bayi yang menyusu eksklusif sampai 6 bulan hanya 15,3 persen.

Artinya, masih ada 84.7 persen ibu yang masih memberikan susu formula pada bayi sebelum usia 6 bulan atau bahkan semenjak lahir.

"Padahal pemberian ASI eksklusif bisa mengurangi kemiskinan," jelas Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Dr Utami menjelaskan, bila dihitung harga 1 kaleng susu formula adalah Rp 65.000 dan bayi yang lahir di Indonesia 5 juta per tahun, maka biaya 6 bulan susu formula untuk bayi-bayi tersebut adalah:
5 juta x 55 kaleng (@ 400 gram) x Rp 65.000 = Rp 18,012 triliun

"Bayangkan Indonesia akan menyumbangkan Rp 18 triliun per tahun kalau saja ibu-ibu mau memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kan lebih baik kalau biaya sebesar itu bisa dialokasikan pada dana kesehatan atau pendidikan," jelas Dr Utami.

Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kualitas sumber daya manusia secara umum.

Pemberian ASI tidak hanya bermanfaat untuk nutrisi bayi, tapi bisa membentuk perkembangan emosional karena dalam dekapan ibu selama menyusu bayi bisa bersentuhan langsung dengan ibu sehingga ia mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman.

"ASI adalah cairan hidup sedangkan susu formula itu cairan mati. Komposisi dan jumlah ASI setiap hari tidak pernah sama, selalu berubah sesuai dengan kebutuhan bayi, berbeda dengan susu formula. Ini kan gratis, tapi masih banyak ibu yang belum mau memberikan ASI eksklusif," jelas Dr Utami.[4]

Note: baca komentar2nya juga menarik :)

--

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Air_susu_ibu
[2] http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=11
[3] http://www.analisadaily.com/news/read/2011/09/12/12366/gerakan_memberi_asi_tetap_perlu/#.TnfvbGWqIpc
[4] http://politikana.com/baca/2011/08/05/ri-bisa-hemat-rp-18-triliun-bila-ibu-beri-asi-eksklusif-copas.html

link lain:
http://aimi-asi.org/

10/08/11

Kliping internasional: Hidup di luar negeri; Belanda

Rabu, 10 Agustus 2011 | 14:17 WIB

“Sudah hampir dua dasawarsa saya dan keluarga -istri dan tiga anak- tinggal di Belanda. Sampai saat ini, saya dan istri masih ragu untuk pindah warga negara. Tapi, dua anak saya malah sudah duluan menjadi warga negara Belanda. Untuk alasan praktis, supaya mudah bepergian. Kakek anak-anak yang dulu sangat menentang penjajah Belanda, karena perjalanan hidup, setelah masa tua juga beralih menjadi warga Belanda.”

Kamis, 4 Agustus 2011 | 12:19 WIB

"Banyak sarjana (terutama perempuan) asal Indonesia yang kecewa karena tidak memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Untuk mencari pekerjaan yang sesuai, kadang mereka terbentur masalah diskriminasi dan bahasa."

"..., diskriminasi, tuturnya, juga berasal dari prasangka bahwa orang asing itu tidak memiliki keterampilan pengetahuan sesuai dengan tingkat pengetahuan orang Belanda sendiri. Itulah gambaran yang dimiliki oleh orang Belanda."

Kliping internasional: Cina hari ini

1. Perkembangan militer China

Rabu, 3 Agustus 2011 | 07:32 WIB

"Jepang menyuarakan kekhawatirannya terhadap peningkatan kemampuan militer China dan sikap negara itu yang makin asertif terhadap tetangga-tetangganya di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara."

Komentar pembaca:
"Orang Jepang ketakutan sendiri dikejar bayang-bayang dosa mereka pada saat PD2"

2. Cina impor sumpit

Rabu, 3 Agustus 2011 | 14:46 WIB

“China mengalami kekurangan sumpit yang sangat parah sampai-sampai negara itu mengimpor sumpit dari Amerika Serikat. Padahal, sumpit merupakan alat makan utama di negara itu.”

---

Saran saya:
"Orang Cina diajarkan makan dengan tangan kosong saja." :)

Pertanyaan saya:
"Apakah sumpit adalah alat makan sekali pakai?"

Kamis, 19 Agustus 2010 | 10:15 WIB

"Negara yang memiliki kebiasaan makan dengan sumpit itu rupanya sudah gencar mengampanyekan pelarangan sumpit sekali pakai yang terbuat dari bambu dan kayu karena dinilai merusak lingkungan."

Kliping nasional: Kopaja AC

Sabtu, 16 Juli 2011 14:02 WIB
 
“…, melalui PP itu sebenarnya pihak terkait bisa melakukan pembatasan usia kendaraan umum yang menjadi acuan yang selama ini tidak ada. Juga mengharuskan kendaraan umum baik dari bus kecil, bus sedang hingga bus besar membenahi diri sehingga menjadi angkutan yang diminati masyarakat. "Coba, kalau angkotnya nyaman, Metromini atau Kopaja ber-AC, pasti akan menjadi pilihan. Orang pun tidak segan naik Metromini, dan meninggalkan kendaraan pribadi di rumah saja," sebut Tyas.”
 
Sabtu, 06 Agustus 2011 13:01 WIB

"jangan khawatir, supir tidak akan ngebut sembarangan, karena kami sudah mengubah sistem dengan menggaji supir dan kernetnya. Attitude juga kami ajarkan dengan bimbingan mental dari Marinir," ujar Nanang Basuki, Ketua Umum Kopaja.”

Selasa, 09 Agustus 2011 16:02 WIB

"..., kenyamanan dan keamanan penumpang terjaga berkat dilarang masuknya para pengamen dan pedagang asongan ke dalam mobil. Sementara itu, jumlah penumpang juga dibatasi 34 orang saja, dengan rincian 25 duduk, dan 9 berdiri. Saat penuh, plang “Maaf Penuh” ditampilkan di kaca depan."
"Istimewanya, Kopaja AC tak lagi mengetem di beberapa titik, serta hanya berhenti untuk turun naik penumpang di halte saja. Dan semakin nyaman, tak lagi ada saling susul dan aksi ugal-ugalan antara sesama angkutan Kopaja AC."





Rabu, 10 Agustus 2011 12:02 WIB

"Semoga trayek Kopaja AC ini terus bertambah banyak! Tapi kalo tarifnya naik jangan terlalu tinggi ya! Sekitar Rp 3000 sampai Rp 3500 saja" Ibu rumah tangga ini berharap."

---

Pertanyaan saya:
"Mampukan pemerintah mengembangkannya di tiap kota besar menjadi suatu sistem transportasi yang handal?"